Keperawatan Tangerang

Visi

Menghasilkan lulusan keperawatan yang profesional, humanis dan bermartabat serta berdaya saing secara nasional, regional dan internasional, berkarakter jati diri kebangsaan berdasarkan nilai luhur pancasila

Misi

  1. Menghasilkan perawat yang cerdas, professional dan berahlak mulia.
  2. Menumbuhkan jiwa enteurprenership dan menciptakan lapangan kerja mandiri.
  3. Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung terbentuknya perawat yang cerdas dan professional.
  4. Mengembangkan dan mengaplikasikan penelitian di bidang keperawatan kesehatan serta melaksanakan pengabdian pada masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat.
  5. Menggalang kemitraaan dengan berbagai sector terkait dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

 

Tujuan Penyelenggaraan Program Studi

  1. Mengembangkan diri sebagai perawat professional yang berkepribadian Indonesia.
  2. Menerapkan konsep dan prinsip serta keilmuan dan keterampilan yang mendasari profesionalisme perawat dalam memberikan asuhan dan pelayanan keperawatan.
  3. Melaksanakan asuhan keperawatan (Askep) secara professional di semua tatanan pelayanan kesehatan di institusi dan komunitas.
  4. Mengembangkan sikap professional dalam praktik keperawatan, komunikasi interpersonal dan konseling serta menjalin kerjasama dalam tim kesehatan.
  5. Memberikan layanan keperawatan dengan mempertimbangkan kultur dan budaya setempat, dengan melakukan upaya promosi dan prevensi kesehatan melalui pendidikan kesehatan, pemberdayaan individu, keluarga serta masyarakat dengan tidak mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative.

 

Profil Lulusan Program Studi yang Dibutuhkan

Lulusan yang (1) memiliki kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan professional, (2) memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan aturan,  norma, kultur dan budaya yang ada, (3) memiliki kemampuan individual dan kelompok dalam memberikan asuhan keperawatan serta mampu berkomunikasi interpersonal secara professional, (4) memiliki kemampuan dalam upaya promosi dan prevensi dengan tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative; di sertiap tatanan pelayanan kesehatan baik di dalam maupun di lua negeri.

1. Aspek Spesifikasi

1.1 Posisi Program Studi

Program studi keperawatan adalah salah satu bidang kajian keilmuan yang terfokus pada pemberian asuhan keperawatan dalam siklus kehidupan di semua tatanan pelayanan kesehatan di institusi dan komunitas, dengan demikian program studi ini merupakan bagian integral dari ilmu kesehatan yang lain. Secara nasional program studi ini merupakan ujung tombak dalam pemenuhan tenaga perawat yang pada saat ini dan akan datang sangat dibutuhkan dalam mempercepat penurunan angka kematian kasar (AKK) dan kesakitan , sehingga berdampak terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat .

Dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, maka secara umum tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, sehingga dapat berdampak pada penilaian yang positif dari bangsa-bangsa lain di dunia terhadap peningkatan kesejahteraan tersebut.

1.2 Hubungan Program Studi dengan Program Studi Lain

Program studi keperawatan merupakan salah satu spesifikasi kajian ilmu yang terdapat pada Politeknik Kesehatan Banten (yang lainnya Program Studi Kebidanan dan Program Studi Analis Kesehatan). Bila dilihat dari kajian ilmu, maka Program Studi Keperawatan merupakan satu rumpun ilmu dengan kedua program studi lainnya yang ada pada Politeknik Kesehatan Banten. Sedangkan bila dilihat dari struktur program, maka kurikulum yang terdapat pada program studi keperawatan memiliki perbedaan kekhususan kajian mata kuliah bila dibandingkan dengan program studi lainnya; Perbedaan tersebut sekitar 67% dari total SKS sebanyak 110 – 120 SKS (struktur program terlampir).

1.3 Keunggulan

  1. Lulusan masih banyak dibutuhkan, sehingga lulusan dapat terserap dengan cepat (pemerintahan atau swasta) baik di dalam maupun di luar negeri .
  2. Lulusan memiliki peluang kerja yang lebih baik, karena selain bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta juga dapat menciptakan lapangan kerja mandiri, melalui praktek asuhan keperawatan mandiri (Perawat Praktek Swasta, klinik, dll).

 

2. KURIKULUM

2.1 Road Map Keilmuan dan Keahlian

  1. Program Studi Keperawatan merupakan bagian dari bidang ilmu atau bidang kajian  ilmu kedokteran dan keperawatan yang terfokus pada pemberian asuhan keperawatan sepanjang daur hidup .
  2. Program Studi Keperawatan merupakan program studi yang dinamis perkembangannya, yang pada saat ini level pendidikan terendah yag diselenggarakan adalah setingkat Diploma III s.d Strata III.
  3. Program Studi Keperawatan sangat bermanfaat terhadap perkembangan bangsa, melalui penempatan lulusan pada semua tatanan pelayanan kesehatan (termasuk di desa-desa terpencil), sehingga dapat berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

2.2 Rancangan Kurikulum

Program Studi Keperawatandirancang untuk menghasilkan lulusan tenaga keperawatan professional tingkat pemula (D.III) yang berprofesi sebagai “Perawat”, yang mampu memberikan asuhan keperawatan secara professional pada siklus kehidupan, di semua tatanan pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin, poskesdes, swasta, maupun di masyarakat.

Secara teknis, lulusan program studi ini memiliki karakteristik  (1) mampu dalam memberikan asuhan keperawatan professional, (2) memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan aturan,  norma, kultur dan budaya yang ada, (3) memiliki kemampuan individual dan kelompok dalam memberikan konseling serta mampu berkomunikasi interpersonal secara professional, (4) memiliki kemampuan dalam upaya promosi dan prevensi dengan tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative (5) tanggap terhadap perkembangan IPTEK.

Kualifikasi Hasil Pendidikan;

a)Landasan kepribadian: Berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, b) Lulusan dapat menguasai bidang ilmu kesehatan, khususnya ilmu keperawatan, dengan keterampilan memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif yang terdiri dari: praktek klinik keperawatan, c)Lulusan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, sehingga lulusan dapat hidup dari hasil profesinya, mampu berkontribusi dalam lingkungan melalui karya nyata berupa pemberian layanan keperawatan secara komprehensif pada masyarakat di sekitarnya, d) Lulusan dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma, kultur/budaya dalam masyarakat, karena dalam kurikulum program studi terdapat mata kuliah yang menunjang terhadap sikap dan perilaku seperti etika profesi, psikologi, dan social budaya dasar, yang kesemuanya itu dapat menunjang terhadap pemahaman lulusan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kompetensi utama terdiri dari kemampuan dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta melaksanakan pelayanan kesehatan di semua tatanan pelayanan kesehatan di institusi dan komunitas. Kompetensi pendukung terdiri dari kemampuan dalam melaksanakan keteramilan dasar praktek klinik yang berfokus pada asuhan keperawatan; pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan dan pemeliharaan kesehatan dan mengaplikasikan ilmu dalam penulisan ilmiah.

3. Sistem Pembelajaran

3.1 Metoda Pembelajaran

Metoda pembelajaran yang digunakan di Program Studi Keperawatan meliputi: a) Ceramah dan Tanya jawab; b) Diskusi dan seminar; c) Simulasi dan Demonstrasi; d) Pre dan Post Conference; e) Bedside teaching; f) kunjungan lapangan; g)Role playing; h) Latihan di laboratorium; i)Praktik klinik keperawatan di lapangan.

Sistem yang digunakan di Program Studi Keperawatan adalah Sistem SKS, dengan ketentuan: a) 1 SKS Teori setara dengan 60 menit tatap muka; b) 1 SKS praktikum/lab setara dengan 120 menit; c) 1 SKS Praktik Klinik setara dengan 240 menit.

Media pembelajaran secara umum adalah OHP, LCD, Slide, Film, Model (Phantoom), Instrumen Praktik (jenis, jumlah dan ragam terlampir).

Sumber Daya

1.1  Kebutuhan dan Pengembangan SDM

Kebutuhan tenaga dosen disesuaikan dengan besarnya jumlah mahasiswa yang ada, sedangkan dosen biasa yang ada saat ini (Berkualifikasi  S3 satu orang , S2berjumlah 17 orang ( S2 keperawatan 6 orang, S2 kesehatan Masyarakat 9 orang dan S-1 8 orang yang 4 diantaranya sedang mengikuti pendidikan S-2. Apabila ratio dosen:mahasiswa 1:20, maka jumlah dosen tergolong memadai. Jumlah seluruh dosen biasa pada Program Studi Keperawatan saat ini adalah 25 orang. Sementara dosen luar biasa berjumlah 24 orang dengan kualifikasi pendidikan S-1 dan S-2, serta S3

 

1.2  Sarana dan Prasarana Pembelajaran

Program Studi Keperawatan Menempati lahan seluas 2.7 ha, dengan jumlah bangunan/gedung utama sebanyak 13(tiga belas) buah gedung yang diperuntukkan untuk ruang kantor/administrasi, ruang dosen, ruang kuliah, ruang demonstrasi, ruang laboratorium (keperawatan, bahasa, kimia, komputer), perpustakaan, ruang rapat, aula, Asrama) dll. Disamping itu, diatas lahan tersebut terdapat 5 (tiga) unit perumahan, Gues house 3 (tiga) kamar, Mushola 1(satu) unit, Ruang makan dan dapur 1 (satu) unit, Pos satpam 1 (satu) unit, Ruang secretariat HIMA dan Kantin 3 (tiga) unit.

Untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran, maka Program Studi Keperawatan dilengkapi juga dengan sarana transportasi (Kendaraan roda empat 3 unit, Bus 2 unit), Instalasi (halaman parkir, lapangan olah raga, lapangan upacara, dan garasi kendaraan), Audio Visual Aids (jenis dan jumlah instrument, OHP, LCD, Laptop, Slide, Film, Phantoom, buku-buku perpustakaan), Saranan lahan praktek yang sudah memiliki MoU antara Pihak lahan (RSU, RSK, Puskesmas, Perusahaan Farmasi, Perusahaan Makanan

 

Aspek Keberlanjutan

4.1 Jumlah kebutuhan lulusan

Secara regional kebutuhan tenaga perawat di Provinsi Banten masih cukup tinggi, dari hampir 10.506 orang perawat yang dibutuhkan, baru sekitar 4.009 orang perawat yang terpenuhi, sehingga sekitar 6.000 (82,84%) orang perawat lagi yang dibutuhkan. Secara nasional, bila dikaitkan dengan program pemerintah pusat yang mengharapkan setiap desa dari seluruh desa di Indonesia ditempati oleh satu orang perawat, maka kebutuhan perawat secara nasionalsaat ini mencapai lebih dari 50.000 orang perawat, dari sekitar 70.661 desa yang ada. Disamping itu, lulusan dari Program Studi Keperawatan dapat bekerja di luar negeri yang sampai saat ini masih dibutuhkan.

4.2 Jumlah lulusan yang dihasilkan

Program studi ini akan menghasilkan lulusan sekitar 80 orang setiap tahunnya, dan hampir 100% terserap. Ini menunjukkan adanya kebutuhan yang cukup tinggi, sehingga program studi ini, bila perhitungan berdasarkan prediksi penyerapan, maka Program Studi Keperawatan yang ada pada Poltekkes Banten akan dapat terus berlanjut guna memenuhi kebutuhan regional/Provinsi Banten , nasional dan Internasional) paling tidak, sampai 20 (dua puluh) tahun mendatang.

4.3 Sumber peserta didik

Peserta didik yang dapat diterima di Program Studi Keperawatan adalah lulusan dari SLTA (SMA, SMU, Aliyah, SMK Kesehatan , SPK dll), yang berada di seluruh Wilayah Indonesia; dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan.

 4.4 Keberlanjutan

Bila dilihat dari kebutuhan tenaga perawat (untuk Provinsi Banten saja), maka Program Studi Keperawatan Poltekkes Banten paling tidak, dapat berlanjut sampai sekitar 20 (dua puluh) tahun kedepan. Dari sisi kajian perkembangan bidang ilmu,  kebutuhan masyarakat terhadap tenaga perawat dengan kompetensi yang ada sekarang, maka tenaga perawat professional dengan bekal bidang ilmu yang diberikan pada masa sekarang ini masih relevan dengan keadaan masa yang akan datang, karena ilmu kperawatan relative tetap; dan kalaupun ada perubahan-perubahan bidang ilmu keperawatan, hal itu dapat segera disosialisasikan dan diterima, melalui pelatihan dan pengembangan dosen, sehingga pengetahun dan keterampilan yang ada secara terus menerus diperbaharui. Sedangkan sumber peserta didik untuk Prgram Studi Keperawatan, diprediksi tidak akan habis

Manajemen Akademis

1.1  Prosedur Pembukaan Program Studi

Program Studi Keperawatan Poltekkes Banten dibuka atas dasar analisis kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan/mempertimbangkan kebutuhan daerah (Provinsi Banten),nasional dan international . Pengusulan pembukaan Poltekkes Banten (dengan program studi yang ada) dilakukan oleh Pihak Direktorat Poltekkes setelah mendapat pertimbangan dari senat akademik.

1.2  Struktur Organisasi dan Manajemen Program Studi

Struktur Organisasi Program Studi:

  1. Ketua Program Studi
  2. Sekretaris Program Studi:
    1. Penanggung jawab Administrasi Akademik (ADAK)
    2. Penanggung jawab Administrasi kemahasiswaan
    3. Sub. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
    4. Sub Unit Komputer
    5. Sub Unit Sistem Penjaminan Mutu
    6. Sub Unit Laboratorium
    7. Sub Unit Perpustakaan
    8. Sub Unit Asrama
    9. Kelompok Fungsional Dosen

Manajemen Program Studi

  1. Manajemen Program Studi diatur berdasarkan TUPOKSI masing-masing bagian dalam struktur organisasi.
  2. Ketua Program StudiBertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan/ penyelenggaraan program studi.
  3. Sekretaris ADAK bertugas membantu ketua program studi dalam hal pengadministrasian/penyelenggaraan akademik(perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan belajar mengajar), kemahasiswaan (bimbingan mahasiswa, pengembangan minat dan bakat, ekstrakurikuler), dan system informasi.
  4. Sekretaris ADUM bertugas membantu ketua program studi dalam hal pengadministrasian/penyelenggaraanperlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan umum.
  5. Sub Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat bertugas membantu ketua program studi dalam hal kegiatan dan pengadministrasian penelitian (perencanaan/penyusunan proposal, pengajuan proposal, pelaksanaan serta evaluasi hasil penelitian), pengabdian pada masyarakat (seminar, penyuluhan pada masyarakat, bakti social).
  6. Sub Unit Komputer bertugas membantu ketua program studi dalam hal pelatihan dan pembelajaran yang berkaitan dengan informasi teknologi, termasuk pengadministrasiannya.
  7. Sub Unit Sistem Penjaminan Mutu bertugas membantu ketua program studi dalam hal menyusun dan mempersiapkan kegiatan penjamianan mutu pendidikan di lingkungan program studi keperawatan sesuai standar akreditasi BAN PT dan standar manajemen ISO 9001:2008.
  8. Sub Unit Laboratorium bertugas mambantu ketua program studi dalam hal perencanaan, persiapan, pelaksanaan kegiatan mahasiswa di laboratorium (termasuk kelengkapan alat dan media laboratorium), serta pengadministrasianya.
  9. Sub Unit Perpustakaan bertugas membantu ketua program studi dalam hal penyiapan buku-buku kelengkapan pembelajaran yang dibutuhkan oleh mahasiswa (peserta didik), membantu dalam pengelolaan perpustakaan.
  10. Sub Unit Asrama bertugas membantu ketua program studi dalam penyiapan dan pengelolaan asrama untuk menunjang terhadap kelancaran proses pembelajaran.
  11. Kelompok Fungsional Dosenbertugas membantu ketua program studi dalam hal proses belajar mengajar dikelas, lahan praktek, dan di masyarakat, sesuai dengan bidang ilmu yang melatarbelakanginya.

 

1.3. Jumlah Mahasiswa Baru yang akan Diterima dalam Lima Tahun Pertama dan Mekanisme Rekrutmentnya

Dalam jangka lima tahun kedepan (tahun 2010 s.d. 2014), mahasiswa baru yang akan diterima berjumlah 400 orang, berarti setiap tahun ajaran baru menerima 80 mahasiswa baru.Mekanisme rekrutment mahasiswa baru, dilakukan melalui sistem penerimaan mahasiswa baru (Sipenmaru),

Rencana Pengembangan Program Studi

Rencana Pengembanan Program Studi akan dilakukan secara terus menerus baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang melalui kegiatan pengembangan-pengembangan sebagai berikut :

  1. Pengembangan pegawai  baik tenaga dosen maupun tenaga administrasi melalui pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kemampuan bidang tugas masing-masing pegawai.
  2. Khusus tenaga dosen selain pelatihan bidang pedagogik maupun pengembangan materi pengajaran, dilakukan pula pengembangan melalui tugas belajar atau ijin belajar khususnya bagi dosen yang belum memenuhi kualifikasi tenaga dosen S-2. Sehingga  5 tahun ke depan  semua dosen serendah-rendahnya berpendidikan magister dan Doktor dengan wawasan internasional.
  3. Sarana pembelajaran akan terus ditingkatkan jumlahnya  maupun mutunya melalui penambahan dan pemeliharaan secara periodik.
  4. Untuk menjaga mutu akademik, penerapan penjaminan mutu selain ISO 9001 2008 yang sekarang telah diterapkan, juga akan dilakukan Akreditasi BAN PT Program Studi secara periodik.

 

5.5. Dukung Kerjasama

Kerjasama antar lembaga terkait akan terus dilakukan dan ditingkatkan untuk mendukung pengembangan program studi. Beberapa kerjasama yang telah dilakukan dan berjalan selama ini adalah kerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Propinsi Banten, Rumah Sakit Kabupaten/kota Se Propinsi Banten, Puskesmas di Kabupaten/Kota Propinsi Banten, Rumah Bersalin dan Anak, , beberapa rumah sakit di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.Kedepan kerja sama akan ditingkatkan dengan lembaga pendidikan pada tingkat inernational.

 

Sistem Penjaminan Mutu Internal

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu pada Program Studi KeperawatanPoltekkes Banten sudah dimulai sejak Tahun 2007 (sertifikasi ISO) .

Kesimpulan

Program Studi Keperawatan adalah program studi yang mampu bertahan lebih dari 20 (dua puluh) tahun kedepan, paling tidak bila dilihat dari kebutuhan di tingkat regional. Sedangkan secara nasional lulusan program studi ini masih dibutuhkan sangat banyak untuk mengisi desa-desa di seluruh wilayah Indonesia, dan program studi ini merupakan salah satu program studi yang menjadi pilihan di masyarakat, karena lulusan dari program studi ini selain mampu menciptakan lapangan kerja mandiri dengan cara membuka praktek klinik keperawatan; juga lulusan dari Program Studi Keperawatan masih dibutuhkan di luar negeri. Dengan demikian keberlanjutan/ eksistensi Program Studi Keperawatan dalam dunia pendidikan secara nasional dapat bertahan paling tidak 20 tahun kedepan.

Dari kekuatan yang ada; Program Studi KeperawatanTangerang Poltekkes Banten telah memiliki gedung sendiri, fasilitas pembelajaran dan laboratorium yang lengkap, memiliki struktur organisasi dan merupakan pendidikan D.III keperawatan satu-satunya di Wilayah Banten milik pemerintah sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, memiliki tenaga dosen yang memadai,  telah meiliki kurikulum yang terstandar, telah memiliki jaringan kemitraan dengan lahan praktek, telah memiliki standar ISO 9001-2008 saat dibawah binaan poltekkes Bandung.

Peluang yang ada untuk keberlanjutan Program Studi Keperawatan adalah masih banyaknya diperlukan tenaga perawat secara regional, nasional, maupun internasional; tingginya animo masyarakat untuk pendaftar ke Program Studi Keperawatan yang dibuktikan dari jumlah pendaftar berkisar 200 – 300 orang setiap tahun sedangkan yang diterima hanya sekitar 40 – 80 orang, adanya system informasi teknologi di bidang ADAK dan ADUM, tersedianya kesempatan tugas belajar bagi tenaga dosen untuk dalam dan luar negeri, adanya unit kegiatan yang dapat dijadikan sumber penghasilan bagi Program Studi Keperawatan dalam bentuk pelatihan dan penelitian, dan telah diselenggarakannya pengembangan program lanjutan ke jenjang yang lebih tinggi (D.IV keperawatan).

Tantangan yang ada; adanya program studi yang sama (swasta), Adanya aturan untuk Uji Kompetensi bagi setiap lulusan, berlakuya peraturan pemerintah tentang system penjaminan mutu perguruan tinggi.

© 2015 Poltekkes Kemenkes Banten.