Testimoni alumni Poltekkes Kemenkes Banten yang lolos rekrutmen kerja di Jepang melalui pelatihan Bahasa Jepang

Pelatihan Bahasa Jepang Poltekkes Kemenkes Banten Berbuah Prestasi, 5 Alumni Lolos Rekrutmen Perusahaan Jepang

Tangerang, Juni 2026 — Poltekkes Kemenkes Banten kembali menorehkan capaian membanggakan melalui Program Pelatihan Bahasa Jepang yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kaikoukai Group dan Indonesian Diaspora Network United (IDN-U). Program ini menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Banten dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Jepang sebagai tenaga care worker.

Program pelatihan berlangsung sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 dengan fokus pada penguasaan Bahasa Jepang untuk menghadapi Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) Level N4, serta persiapan menuju skema Specified Skilled Worker (SSW)/Tokutei Ginou bidang perawat lansia.

Menariknya, seluruh peserta mengikuti program ini tanpa dipungut biaya. Kebutuhan pembelajaran, pendampingan, dan persiapan sertifikasi didukung oleh Diaspora sebagai bentuk komitmen dalam membantu menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki peluang berkarier di Jepang.

Sebanyak 17 peserta yang merupakan alumni Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten mengikuti pelatihan ini dengan semangat tinggi. Selama proses pembelajaran, para peserta menunjukkan komitmen, kedisiplinan, dan perkembangan yang baik. Hasilnya, seluruh peserta berhasil lulus JFT-Basic Level N4, sebuah capaian penting sebagai bekal untuk melanjutkan proses penempatan kerja di Jepang.

Hingga akhir program, sebanyak lima alumni berhasil diterima bekerja di perusahaan Jepang, yaitu:

  1. Cindy Maulitha, diterima di Kihoukai Facilities Group;
  2. Desi Widianingrum, diterima di Oyakoukou Facilities Nagoya;
  3. Munawaroh, diterima di Oyakoukou Facilities Nagoya;
  4. Belda Nuurii Herlista, diterima di Tokai Leven Nagoya;
  5. Neli Sepriani, diterima di Kihoukai Facilities Group.

Testimoni Peserta Program

Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari capaian kelulusan ujian bahasa dan penempatan kerja, tetapi juga dari kisah perjuangan para alumni yang berhasil melewati proses panjang penuh tantangan.

Munawaroh: Dari Keraguan Menjadi Kesempatan Emas

Munawaroh, alumni Poltekkes Kemenkes Banten yang diterima bekerja di Oyakoukou Facilities Nagoya, menyampaikan rasa syukur setelah dinyatakan lolos wawancara kerja di Jepang.

“Saat menerima kabar bahwa saya dinyatakan lolos wawancara kerja di Jepang, saya merasa sangat bersyukur. Semua rasa lelah, tangis, ketakutan, kesepian, dan pengorbanan selama lima bulan terasa terbayarkan. Saya teringat bagaimana saya memulai perjalanan ini sebagai seseorang yang sering mendapatkan nilai merah, lalu perlahan bangkit hingga mampu mencapai salah satu impian terbesar dalam hidup saya.”

Menurut Munawaroh, program ini menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan belajar, keberanian untuk berproses, dan semangat untuk terus berjuang.

Desi Widianingrum: Membuka Jalan Karier Internasional

Desi Widianingrum, alumni Kebidanan yang diterima di Oyakoukou Facilities Nagoya, mengungkapkan bahwa kesempatan bekerja di Jepang awalnya terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan.

“Hari itu kesempatan datang, Go To Work in Japan, hal yang awalnya terasa sangat mustahil.”

Desi menambahkan bahwa program ini membuka pandangan baru tentang peluang karier internasional bagi lulusan tenaga kesehatan.

“Dengan adanya program ini, masa depan terasa lebih luas dan membuka banyak kesempatan lainnya untuk berkarier secara internasional. Dengan latar belakang sebagai lulusan bidan yang diberikan kesempatan karier lebih luas, saya semakin yakin bahwa kompetensi tenaga kesehatan Indonesia mampu bersaing di tingkat global.”

Belda Nuurii Herlista: Perjuangan Lima Bulan yang Terbayarkan

Belda Nuurii Herlista, yang diterima bekerja di Tokai Leven Nagoya, menceritakan proses belajar intensif yang dijalani selama kurang lebih lima bulan. Proses tersebut menuntut kedisiplinan tinggi, konsistensi, dan kesiapan mental.

“Setelah kurang lebih lima bulan penuh kami belajar dari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore, dan menerima kabar bahwa saya lolos interview. Saya langsung mengabari orang tua dan nenek. Rasanya seperti beban belajar, berlatih, dan berjuang akhirnya terbayar.”

Belda juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ada rasa syukur menetes, ada syukur yang mengalir, sekaligus harapan yang semakin membara untuk dapat meningkatkan derajat keluarga.”

Komitmen Mencetak Talenta Kesehatan Berdaya Saing Global

Keberhasilan seluruh peserta lulus JFT-Basic Level N4 serta diterimanya lima alumni di perusahaan Jepang menjadi bukti bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes Banten memiliki kualitas, kompetensi, dan daya saing yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di tingkat internasional.

Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Banten, Kaikoukai Group, dan IDN-U menjadi contoh sinergi positif antara institusi pendidikan, mitra industri internasional, dan komunitas diaspora dalam membuka akses karier global bagi lulusan kesehatan Indonesia.

Direktur Poltekkes Kemenkes Banten menyampaikan apresiasi kepada Kaikoukai Group dan Diaspora atas dukungan yang telah diberikan selama program berlangsung. Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi alumni Poltekkes Kemenkes Banten untuk mengembangkan karier profesional di Jepang.

Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa asing, keterampilan profesional, kedisiplinan, serta kesiapan mental dalam menghadapi peluang kerja internasional.

Dengan persiapan yang tepat, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, lulusan Poltekkes Kemenkes Banten membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja global.