SERANG — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten resmi menjalin kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dalam pelaksanaan Program SMK Go Global. Program tersebut dikelola melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Poltekkes Banten sebagai unit pelaksana di lingkungan Poltekkes Kemenkes Banten.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama pada 21 Agustus 2026 oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Dr. Dahrizal, S.Kp., M.P.H., dan Syah Sly Rauf yang mewakili BP3MI Banten.
Penandatanganan tersebut merupakan hasil dari rangkaian koordinasi yang dimulai pada 22 Juli 2026, dilanjutkan dengan pematangan substansi kerja sama pada 13 Agustus 2026, serta monitoring kesiapan program oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 20 Agustus 2026.

Penjajakan Program Dimulai pada 22 Juli 2026
Persiapan kerja sama diawali melalui pertemuan antara Poltekkes Kemenkes Banten melalui LPK Poltekkes Banten dan BP3MI Banten pada 22 Juli 2026 di Direktorat Poltekkes Kemenkes Banten.
Pertemuan dipimpin oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Dr. Dahrizal, S.Kp., M.P.H., serta diikuti oleh tim LPK Poltekkes Banten. Pada pertemuan tersebut, BP3MI Banten diwakili oleh Dadi Mulyadi dan Wirawan.
Pembahasan difokuskan pada persiapan Program SMK Go Global, khususnya penyelenggaraan pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan caregiver sebagai bekal bagi peserta yang berminat mengembangkan karier di luar negeri.
Sejumlah aspek teknis turut dibahas, meliputi mekanisme penjaringan dan pendaftaran calon peserta, kurikulum dan silabus pembelajaran, kebutuhan tenaga pengajar yang kompeten, kesiapan sarana dan prasarana, sertifikasi, serta pembagian peran antara kedua institusi.
Pertemuan awal tersebut menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan program dan tahapan yang harus dipersiapkan. Poltekkes Kemenkes Banten melalui LPK Poltekkes Banten bertugas mempersiapkan penyelenggaraan pelatihan, sedangkan BP3MI Banten memberikan dukungan dan koordinasi sesuai dengan kewenangannya dalam pelaksanaan Program SMK Go Global.

Substansi Kerja Sama Dimatangkan pada 13 Agustus 2026
Pembahasan program dilanjutkan pada 13 Agustus 2026 di Ruang Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Kampus Serang. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BP3MI Banten, Kombes Pol. Ponco Indriyo, beserta tim.
Dari Poltekkes Kemenkes Banten, pertemuan diikuti oleh Direktur dan jajaran pimpinan, serta tim LPK Poltekkes Banten sebagai pengelola pelaksanaan program.
Pada pertemuan tersebut, Poltekkes Kemenkes Banten dan BP3MI Banten menyepakati pelaksanaan kerja sama Program SMK Go Global. Kedua pihak selanjutnya mematangkan berbagai substansi yang akan dituangkan dalam dokumen kerja sama.
Pembahasan mencakup pembagian peran dan tanggung jawab, mekanisme pendaftaran peserta melalui sistem resmi, kurikulum dan jadwal pembelajaran, penyediaan tenaga pengajar, pelaksanaan pelatihan dengan sistem berasrama, dokumentasi dan pelaporan kegiatan, sertifikasi, serta tindak lanjut peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
Program yang dipersiapkan mencakup pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan Specified Skilled Worker (SSW) Caregiver Lansia atau Kaigo. Peserta akan dipersiapkan dari aspek kemampuan bahasa, pengetahuan, keterampilan teknis, sikap profesional, dan pemahaman mengenai budaya kerja di negara tujuan.

Inspektorat Jenderal Tinjau Kesiapan Program
Sebagai bagian dari tahapan persiapan, Poltekkes Kemenkes Banten menerima kunjungan monitoring dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada 20 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Inspektur III KP2MI, Dr. Servulus Bobo Riti, S.Pd., M.M., beserta tim. Dari Poltekkes Kemenkes Banten, kegiatan diikuti oleh jajaran pimpinan, pengelola LPK Poltekkes Banten, Pusat Pengembangan Pendidikan, bagian kerja sama, hubungan masyarakat, serta tim teknis terkait.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan Poltekkes Kemenkes Banten sebagai mitra BP3MI Banten sekaligus kesiapan LPK Poltekkes Banten sebagai pengelola kegiatan pelatihan.
Pemeriksaan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu verifikasi kesesuaian antara dokumen perencanaan dan kondisi di lapangan serta mitigasi terhadap berbagai risiko yang berpotensi muncul selama pelaksanaan program.
Tim menelaah kesiapan dokumen pelatihan, kurikulum, mekanisme pendaftaran dan seleksi peserta, tenaga pengajar, sistem dokumentasi dan pelaporan, ruang pembelajaran, fasilitas teknologi informasi, peralatan praktik, bahan pembelajaran bahasa Jepang, serta fasilitas asrama peserta.
Monitoring tersebut juga membahas kesinambungan program setelah pelatihan selesai, meliputi tahapan sertifikasi, pendampingan peserta, kejelasan proses penempatan, dan pelindungan peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Kunjungan pada tahap awal ini memberikan kesempatan kepada Poltekkes Kemenkes Banten untuk melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aspek pelaksanaan sebelum program berjalan secara penuh.



Kerja Sama Resmi Ditandatangani pada 21 Agustus 2026
Setelah melalui rangkaian pembahasan dan monitoring kesiapan, Poltekkes Kemenkes Banten dan BP3MI Banten secara resmi melaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama Program SMK Go Global pada 21 Agustus 2026.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Dr. Dahrizal, S.Kp., M.P.H., dan Syah Sly Rauf yang bertindak mewakili BP3MI Banten.
Penandatanganan tersebut menjadi landasan bagi Poltekkes Kemenkes Banten dan BP3MI Banten untuk melaksanakan Program SMK Go Global sesuai dengan tugas, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelatihan dikelola melalui LPK Poltekkes Banten. LPK bertanggung jawab mempersiapkan dan menyelenggarakan pelatihan sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati oleh kedua institusi.
Ruang lingkup program meliputi pengelolaan peserta, penyediaan tenaga pengajar, pemanfaatan sarana dan prasarana, pelaksanaan pembelajaran bahasa Jepang dan keterampilan SSW Caregiver Lansia atau Kaigo, dokumentasi dan pelaporan kegiatan, serta koordinasi mengenai sertifikasi dan tindak lanjut peserta.


Memperkuat Kesiapan Menghadapi Pasar Kerja Global
Melalui kerja sama ini, Poltekkes Kemenkes Banten bersama BP3MI Banten berkomitmen mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
LPK Poltekkes Banten sebagai pengelola program akan memastikan pelatihan berjalan secara terencana, berkualitas, transparan, dan akuntabel. Peserta diharapkan memperoleh kompetensi teknis, kemampuan bahasa, sikap profesional, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara resmi dan aman.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berlanjut pada sertifikasi, pendampingan, serta proses penempatan peserta melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.
Kerja sama tersebut sekaligus mendukung visi Poltekkes Kemenkes Banten untuk menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global tahun 2045.



